Perspektif Transmisional Versus Ritual dan Penelitian Terhadap Budaya Populer di Amerika Serikat

Kajian Budaya: Perspektif Transmisional Versus Ritual
            James Carey adalah pendukung utama kajian budaya di Amerika. Pada waktu ketika pengamat media Amerika Serikat memandang kebanyakan karya kajian budaya dengan curiga dan skeptis, Carey memanfaatkan sumber dari karya-karya intelektual Kanada dan Inggris untuk membela kajian budaya dan mengontraskannya dengan perspektif efek terbatas. Carey berargumen bahwa pandangan efek terbatas terikat pada perspektif transimional yaitu pandangan yang menyatakan bahwa komunikasi massa semata-mata sebagai proses mentransmisikan pesan dari suatu jarak dengan tujuan pengendalian. Sebaliknya, perspektif ritual merupakan pandangan komunikasi massa sebagai representasi keyakinan bersama di mana realitas diproduksi, dipelihara, diperbaiki dan ditransformasikan. Contoh klasik adalah dampak yang dimiliki Shakespeare terhadap budaya barat. Dengan menentukan atau mentransformasikan budaya, karya-karya ini secara tidak langsung memengaruhi bahkan mereka yang tidak pernah membaca atau bahkan mendengar tentang Shakespeare.
(source: Google)
Penelitian Terhadap Budaya Populer di Amerika Serikat
            Sepanjang tahun 1960-an, sebagian pengkaji sastra Amerika mulai memfokuskan penelitian mereka pada budaya populer. Pada tahun 1967, kelompok ini telah tumbuh cukup besar sehingga memiliki divisinya sendiri (Popular Literature Section) di dalam Modern Language Association of America dan mendirikan jurnal akademik mereka sendiri, The Journal of Popular Culture. Para peneliti ini dipengaruhi oleh kajian budaya Inggris dan peneliti media Kanada, Marshall McLuhan. Mereka mengadaptasi berbagai metode penelitian dan teori, termasuk metode historis dan hermeneutika, untuk mempelajari berbagai bentuk budaya populer.
            Sebagian contoh terbaik penelitian budaya populer disediakan oleh Horace Nescombs dalam TV: The Most Popular Art (1974) dan dalam antaloginya yang sangat disegani, Television: The Critical View, yang memiliki beberapa edisi yang diperbarui. Buku-buku ini meringkas pemahaman yang berguna dalam budaya populer yang dihasilkan oleh para peneliti, dan menekankan bahwa konten media populer secara umum dan khususnya acara televisi jauh lebih rumit daripada apa yang tampak dipermukaan, Tataran makna yang berlipat ganda sering muncul dan konten itu sendiri sering kali bersifat ambigu. Pemahaman kedua yang diutarakan dengan baik oleh Newcomb adalah bahwa tafsiran penonton tentang konten acara kemungkinan sangat beragam. Sebagian orang membuat penafsiram pada satu tataran makna, sementara yang lain membuat penafsiran mereka pada tataran makna yang lain.

            Salah seorang peneliti yang kajiannya menggabungkan pendekatan budaya populer denga teori neo-Marxis adalah Larry Grossberg. Pandangannya mengenai budaya populer “menandakan keyakinan akan munculnya perubahan dalam formasi wacana kehidupan intelektual kontemporer, perubahan yang melintasi ilmu-ilmu budaya dan sosial. Perubahan tersebut mengusulkan bahwa cakrawala yang pantas bagi aktivitas menafsirkan, apa pun objeknya dan apa pun basis disiplinnya, adalah seluruh lapangan praktik budaya, semua yang memberikan makna, teksture dan struktur kehidupan manusia.
(source: Google)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mazhab Frankfurt dan Perkembangan Teori Neo-Marxis di Inggris

Marshall Mcluhan, Harold Innis, Mcluhan